Sabtu, 04 Maret 2017

Hymne Oh Pondok ku



Hymne Oh Pondok ku

Oh Pondokku tempat naung kita
dari kecil sehingga dewasa
rasa batin damai dan sentosa
dilindungi Allah Ta'ala

Oh pondokku engkau berjasa
pada ibuku Indonesia

Tiap pagi dan petang
kita beramai sembahyang
mengabdi pada Allah Ta'ala
di dalam kalbu kita

Wahai pondok tempatku
laksana ibu kandungku
nan kasih serta sayang padaku

Oh pondokku.......
I....bu....ku.............

Jumat, 03 Maret 2017

INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU 2019


MUQODDIMAH

Pesantren Modern Daarul Muttaqien adalah Institusi kaderisasi yang siap berdedikasi kepada umat,
nusa dan bangsa, oleh karena itu desain kurikulum tetap mempertahankan nilai klasik yang baik dan
mengakomodir nilai modern yang lebih baik.
Proses kegiatan Belajar Mengajar adalah full Time dengan pendekatan aktif, kreatif dan efektif.
Bahasa pengantar pendidikan dan komunikasi harian adalah bahasa arab dan inggris secara intensif
yang didukung oleh lingkungan kondusif dan tenaga profesional
Visi Pesantren Modern Daarul Muttaqien adalah menjadi lembaga yang unggul dalam moto, baik di
bidang iman, ilmu maupun akhlaq. Sedangkan Misi-nya adalah mencetak formal dan informal
leader yang mukmin, ‘alim dan ‘amil yang berakhlaqul Karimah
Jenjang pendidikan di Pesantren Modern Daarul Muttaqien adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan
Madrasah Aliyah (MA).


KURIKULUM

Memadukan 3  kurikulum unggulan sebagai rujukan pendidikan :
• Pesantren Salafiyah
• Pesantren Modern
• Departemen Agama ( Depag )

TENAGA PENDIDIK

Diasuh oleh tenaga pendidik lulusan perguruan tinggi agama maupun umum, antara lain
1. Alumni Pondok pesantren Al- Amien Prenduan Madura, Pondok Modern Darussalam Gontor
Ponorogo, Pondok Pesantren Darur-Rahman Jakarta, Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, dan
alumni-alumni pesantren lainnya serta Alumni Daarul Muttaqien terpilih
2. Alumni Perguruan Tinggi Al- Azhar Cairo, UMJ, PTIQ Jakarta, UIN Jakarta, UNIS Tangerang, UMT serta perguruan tinggi lainnya

PRESTASI PESANTREN

1. Prestasi Akademik
a. Meluluskan Santri ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri, seperti Al-Azhar Cairo, Perguruan
tinggi di Malaysia, Pakistan, dan Libya
b. Meluluskan santri ke berbagai Perguruan tinggi di dalam negeri, seperti : Universitas Indonesia,
UIN Jakarta, UMJ, PTIQ Jakarta, IDIA Madura, UNIS, UMT, Raharja, Esa Unggal, Budi Luhur dll.
c. Meluluskan santri ke Akedemi Kepolisian, kebidanan, keperawatan dan ke kemiliteran
d. Meluluskan santri untuk belajar ke sekolahan “Marvelous, Elfast, Eminence ” Pare Jawa Timur
e. Melululuskan alumni berkiprah di masyarakat baik di instansi pemerintahan maupun swasta, serta
menjadi pimpinan pondok pesantren dan majlis ta’lim yang tersebar di Indonesia
3. Prestasi Non- Akademik
a. Juara Favorit perlombaan Pramuka tingkat kabupaten
b. Juara Pidato dan Khutbah Jumat antar pelajar se-kebupaten Tangerang
c. Juara ke-2 Karate komite putri se- Jabodetabek
d. Juara ke-2 lomba marawis se-Tangerang tahun 2008
e. Juara ke-1 Paduan Suara se-Kabupaten Tangerang tahun 2016


PENGEMBANGAN DIRI

• Kitab salafi (kitab Kuning)
• Komputer
• Beladiri Tapak Suci dan Karateka FORKI
• Pidato 3 Bahasa ( Arab, Inggris dan Indonesia )
• Kesenian ( marawis, rebana, kaligrafi, kerajinan, teater )
• Jurnalistik (MEDIASI)

  • Olah Raga ( Futsal, Basket, Bulu Tangkis )

FASILITAS

• Masjid
• Ruang Belajar
• Lab. Bahasa
• Lab. Komputer
• Lab. IPA
• Perpustakaan
• Kantin
• Koperasi kitab
• Dapur Umum
• Semuanya milik sendiri dan ada di lingkungan pesantren

SYARAT ADMINISTRASI PENDAFTARAN

a. Berijazah SD/MI atau sederajat (untuk Program regular)
b. Berijazah SMP/MTs atau sederajat (untuk Program Intensif)
c. Menyerahkan :
– 2 lembar Foto copy ijazah dilegalisir
– 2 lembar SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional )
– 2 lembar foto 2×3 dan 3×4 ( hitam putih )
– NISN ( Nomor Induk Siswa Nasional )
– Akte Kelahiran
– Surat keterangan sehat dari Dokter
d. Sanggup membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 7.000.000,-
meliputi :
– Uang Pendaftaran
– Uang Bangunan
– Uang Lemari
– Uang Kitab ( pelajaran pesantren dan umum)
– Uang Seragam sekolah ( baju putih, Batik, Pramuka, celana hitam, putih, abu-abu )
– Uang Seragam Olah Raga
– Uang Kerudung, bergo dan dasi
– Uang Hambal/Kasur
e. Sanggup membayar iuran bulanan sebesar Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah)


WAKTU PENDAFTARAN

• Pendaftaran dibuka pada tanggal 03-Februari-2019 sampai dengan kuota yang tersedia
• Waktu pendaftaran :
– Pagi : Pukul 07.00 – 12.00 WIB
– Siang : Pukul 13.00 – 17.30 WIB

TEMPAT PENDAFTARAN

Kantor pendaftaran Santri baru Pesantren Modern Daarul Muttaqien :
Jl. Raya Mauk Km.7 Cadas Sepatan Kab. Tangerang Banten
JADWAL KEGIATAN SANTRI 24 JAM
03.00 – 04.30 : Qiyamul Lail ( Tahajud)
04.30 – 05.00 : Sholat Subuh berjamaah
05.00 – 05.45 : Pangajian kitab kuning ( Fathul Muin, Fathul Qorib, Safinah dll)
05.45 – 07.00 : Makan Pagi dan persiapan masuk sekolah
07.00 – 12.35 : Sekolah Formal
12.35 – 13.00 : Sholat Dhuhur berjama’ah dan tadarrus Al-Qur’an
13.00 – 13.30 : Makan siang
13.30 – 15.00 : Istirahat (tidur siang)
15.00 – 15.40 : Sholat Ashar berjama’ah dan tadarrus Al- Qur’an
15.40 – 17.00 : Kegiatan pilihan (olah raga dan kesenian )
17.00 – 17.30 : Makan sore dan persiapan menuju ke masjid
17.30 – 19.00 : Sholat Magrib berjama’ah dan mengaji Al-Qur’an
19.00 – 20.00 : Sholat Isya’ berjama’ah dan penambahan kosa kata bahasa Arab dan Inggris
20.00 – 22.00 : Belajar malam dengan wali kelasnya masing-masing
22.00 – 03.00 : Istirahat (tidur malam)




UNTUK INFORMASI DAPAT MENGHUBUNGI PANITIA PENDAFTARAN
PESANTREN MODERN DAARUL MUTTAQIEN TANGERANG

1- Ustd Andi Abdurrahman ,M.Pd
(0813 8309 9039) 


Kamis, 02 Maret 2017

Fakta Unik Anak Pesantren

Apa yang ada di benak pikiran kamu saat mendengar kata santri? Pasti yang kamu pikirkan diantaranya seperti santri itu mengaji, santri itu sholat berjama’ah, santri itu berpakaian menutup aurat.
Sebenarnya, semua hal yang kamu pikirkan tentang santri itu merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan juga bagi kamu yang bukan santri, karena sebagai umat Islam sudah seharusnya kita menaati perintah Allah.swt. dan menjauhi larangan-Nya. Seperti yang dikatakan KH. Mustofa Bisri.


SANTRI
bukan yang mondok saja
tapi siapa pun yang berakhlak seperti santri,
dialah SANTRI
KH. MUSTOFA BISRI

Namun, dengan kamu masuk pesantren dan menjadi santri, kamu akan lebih optimal dalam melaksanakan hal-hal itu, karena kamu berada pada lingkungan yang religius. Tapi jangan dikira santri
tidak bisa bergaul dan bereksplorasi.
Simak yuk ya Akhi wa Ukhti, 12 fakta unik kebiasaan di pesantren yang bakal kamu rindukan setelah menjadi alumni.
1. Santri Tidak Hanya Bisa Mengaji
Jika orang di luar sana masih menganggap bahwa santri itu cuma bisa mengaji, itu salah! Di pesantren, santri bisa menuangkan kreativitasnya dalam bergaul dan bereksplorasi. Kamu bisa mengikuti ekstrakurikuler yang ada di pesantren dan kamu bisa menampilkan bakat di setiap ada acara atau perlombaan tertentu.
2. Peraturan Bisa Membuat Santri Jadi Paranoid
Memang tidak jarang orang paranoid akan tekanan atau peraturan yang ada di pesantren, sehingga memiliki rasa ketakutan untuk menjadi santri atau ingin segera keluar bagi yang sudah terlanjur menjadi santri.
Di setiap pesantren pasti ada peraturan, yang mana peraturan itu bisa membuat kamu resah dan tidak nyaman tinggal di pesantren. Berdasarkan pengalaman Saya pribadi, saat pertama kali masuk pesantren memang takut akan peraturan-peraturan yang mengerikan itu. Namun, itu hanya saat dibayangkan saja, pada realitanya Alhamdulillah Saya menikmati dan waktu 6 tahun Saya habiskan di pesantren.
3. Melanggar Peraturan Tak Selamanya Buruk
Pada dasarnya melanggar peraturan itu memang tidak baik. Tapi menurut Saya pribadi, kamu akan mendapatkan pelajaran yang besar saat melakukan itu, yaitu pengalaman. Yang Saya rasakan saat dulu di pesantren, enggak melanggar itu hambar. Kenapa hambar? ya karena kamu mengikuti alur yang ada, tidak pernah ingin mencoba sesuatu yang baru.
Tapi bukan maksud Saya mengajari kalian untuk melanggar. Ingin mencoba silakan, tapi ingat! Setelah melakukan jangan lupa ucapkan Istighfar lalu tinggalkan, jangan mengulangi lagi. Boleh mengulangi, tapi cari pelanggaran yang lain ya. hehe anti mainstream.
4. Hukuman Beraneka Ragam
Berkaitan dengan peraturan, sudah pasti ada sebuah hukuman bagi santri yang melanggar peraturan. Pada umumnya, tingkat hukuman di pesantren itu ada 3, yaitu ringan, sedang, dan berat. Hukuman diberikan dengan meninjau pelanggaran apakah yang dilakukan, karena pelanggaran juga dikategorikan ringan, sedang, dan berat.
Hukuman ringan contohnya dikaryakan, seperti ditegaskan untuk menghafal surat-surat Alqur’an atau menulis lafadz Istighfar sebanyak seribu kali. Untuk hukuman sedang contohnya seperti digundul, dipulangkan sementara, menanggung beban tugas piket. Sedangkan untuk hukuman berat itu santri dipanggil orang tuanya dan dipulangkan selamanya. Alhamdulillah hukuman ringan dan sedang Saya sudah pernah merasakan. Hihi.
5. Satu Piring Berdua
Satu piring berdua. Bukan lagunya Ida Laila ya! Satu piring berdua ini merupakan istilah yang menggambarkan cara makan santri. Memang benar bahwa santri itu makan dengan porsi satu piring berdua, bahkan ada yang memakai satu nampan untuk berempat hingga berlima.
Di saat momen seperti itu, santri itu bukan mencari kekenyangan, tapi mereka mencari arti kebersamaan dalam hidup berjama’ah. Jadi ya masa bodoh porsi seberapa pun, yang terpenting mereka dapat merasakan kebersamaan.
6. Mau Mandi Perlu Mengantre
Di pesantren, hidup itu berjama’ah. Tapi jangan dikira mandi juga berjama’ah ya! Kalau mandi tetap personal, tapi para santri perlu mengantre untuk mendapatkan giliran mandi. Dalam hal ini dibutuhkan kesadaran dan sabar ya. Kamu yang memakai kamar mandi lebih dulu harus sadar kalau di luar, santri lain mengantre panjang. Bagi santri yang mengantre juga harus sabar menunggunya.
Tapi tetap hati-hati ya, jangan sampai santri yang mengantre di luar habis kesabarannya. Kalau sudah habis, bisa jadi mereka kan menggedor-gedor bahkan bisa sampai mendobrak. Bisa dibayangkan bukan? Kamu lagi merasakan nikmatnya buang hajat, tiba-tiba pintu kamar mandi jebol akibat bentrok antrean di luar. Haha.
7. Ganas Saat Ada Makanan Datang
Saat momen seperti inilah para predator ganas akan menyerang, jika ada salah seorang teman yang membawa makanan untuk dibagikan. Biasanya para santri predator ini tak mempedulikan aktivitas apa yang dilakukan saat itu, mereka akan langsung lari menuju target dan berusaha menguasai makanan yang dibagikan itu.
Memang seru sekali saat momen seperti ini, suasana sesunyi apa pun akan tiba-tiba akan menjadi heboh karena ini. Biasanya makanan lebih banyak tercecer di lantai karena kericuhan dari pada yang dimakan.
8. Kulit Terserang Penyakit
Banyak yang bilang jika belum merasakan penyakit gatal-gatal pada kulit saat di pesantren, berarti belum memenuhi syarat sah menjadi santri. Kini hal itu menjadi sebuah stigma, karena sudah menjadi hal yang wajar seorang santri merasakan penyakit gatal-gatal pada kulit, seperti jamuran, scabies, atau cangkrangan.
Berdasarkan pengalaman saya pribadi, ketika di pesantren kita merasakan gatal-gatal pada selangkangan pojok paha dan karena itu santri memiliki kebiasaan baru , yaitu galer menggaruk bagian vital.
9. Ajang Cuci Mata
Ajang cuci mata ini biasa dilakukan oleh santri ikhwan, di mana mereka memanfaatkan momen-momen tertentu untuk menikmati pemandangan indah, yaitu memandangi para santri akhwat. Biasanya hal ini dilakukan pada saat rapat organisasi atau pada acara-acara tertentu, yang di mana santri ikhwan dan akhwat dikumpulkan pada satu tempat.
Setelah memandangi dan menemukan yang indah, mereka akan mencari tahu lebih lanjut mengenai informasi akhwat yang dikagumi. Kemudian selanjutnya akan muncul modus-modus tertentu yang diperjuangkan demi menjadi seorang yang spesial milik akhwat pujaan hatinya. #pengalaman bet dah yang nulis wkwk
10. Sedih Tak Dijenguk
Momen menyedihkan ini biasanya berlangsung saat akhir pekan, yaitu hari Minggu. Di mana banyak wali santri yang berdatangan untuk menjenguk putra-putrinya. Di momen seperti itu, bagi mereka yang dijenguk akan melepas rindunya kepada orang tua dan rindu orang tua kepada anaknya.
Tapi di sisi lain, sebagian kecil dari mereka merasakan kesedihan, karena tak dijenguk seperti teman-teman yang lainnya. Biasanya mereka yang sedih ini hanya bisa memandangi teman-temannya yang bahagia karena dijenguk, menghabiskan waktu untuk tidur, ada juga yang meratapi dengan berdiri dibalik jendela.
11. Ghosob Barang Milik Teman
Ghosob, ada dua kemungkinan yang akan terjadi jika melakukannya, yaitu bisa menjadi dosa dan bisa juga tidak. Pada dasarnya, ghosob itu meminjam barang milik teman tanpa izin. Dan mungkin itu bisa menjadi dosa jika teman kita tidak ikhlas saat mengetahui barangnya dighosob. Namun, bisa juga menjadi tidak, jika saat ingin mengghosob kita yakin bahwa teman kita yang punya barangnya ini akan ikhlas.
Biasanya, barang paling sering dighosob itu sandal dan alat mandi. Paling ngeselin banget, sehabis salat lalu keluar dari masjid mau balik ke asrama, cek sandal eh enggak ada, dan sandal pun tiba-tiba sampai lebih dulu di asrama.
12. Senioritas Antar Angkatan
Senioritas antar angkatan, hal ini sudah menjadi rahasia umum ya. Jadi tak hanya di sekolah negeri atau formal saja yang ada hal seperti ini, di pesantren kita juga mengalaminya. Biasanya di pesantren, angkatan yang ganjil akan menindas adik angkatan yang genap, misalnya angkatan 1 menindas angkatan 2. Begitu juga sebaliknya, angkatan yang genap akan menindas adik angkatan yang ganjil.
Bentuk penindasan yang biasa dilakukan itu seperti menyuruh adik angkatan untuk mencuci piring, membelikan makanan, bahkan sampai ada yang melakukan kekerasan fisik. Tapi tenang sob, jika kamu tidak berbuat yang aneh-aneh dan menghormati kakak angkatan, pasti mereka juga akan segan.
Jadi itu lah fakta unik mengenai kehidupan di pesantren yang bakal dirindukan setelah kamu lulus. Buat kamu yang belum pernah masuk pesantren, ayo sob rasakan hidup yang berwarna di pesantren. Jangan takut untuk jadi santri. Jadi santri tak akan mengubah diri kamu menjadi monster, tapi kamu akan menemukan jati diri yang lebih baik

#SantriDaarulMuttaqien #CadasSepatanTangerang